Selasa, 24 Juni 2014

Gunakan antibiotik dengan tepat

 gunakanantibiotikdengantepat

Merasa akrab dengan antibiotik?
Sesering apa anda mendapatkan antibiotik dalam resep anda?
Atau mungkin anda yang justru lebih sering meminta diresepkan antibiotik?

tahukah anda bahwa Antibiotik adalah obat yang ditujukan untuk membunuh kuman atau mikroba penyebab penyakit. Dulu, antibiotik dianggap sebagai obat dewa. Anggapan tersebut mungkin benar pada jamannya mengingat pada saat itu kebanyakan penyakit disebabkan oleh bakteri. Namun sekarang, mungkin pertanyaan itu tidak lagi relevan.

Penggunaan Antibiotik Sembarangan Mempercepat Kiamat

Mungkin ada berfikiran jika kalimat di atas sedikit berlebihan. Tapi, coba sejenak kita pikirkan apabila terjadi resistensi antibiotik apa yang akan terjadi. Resistensi adalah keadaan dimana suatu jenis bakteri tidak mampu dibunuh oleh sebuah antibiotik. Pada kondisi ini, akan digunakan antibiotik dengan generasi yang lebih tinggi (dalam bahasa sehari-hari lebih tinggi dosisnya dan lebih mahal). Masalahnya bagaimana antibiotik itu juga ikutan resistensi?
Infeksi bakteri masih belum dapat diselesaikan. Di sisi lain penemuan antibiotik baru semakin sedikit. Penggunaan antibiotik juga semakin tidak rasional. Sebagai efek kumulasi dari ketiga hal di atas adalah semakin tingginya angka resistensi antibiotik.
Sebagai masyarakat apa yang dapat kita lakukan? Ini adalah beberapa hal yang bisa kita lakukan:

1. Tidak semua sakit harus diberikan antibiotik. Penyakit yang banyak diresepkan antibiotik oleh dokter adalah demam. Demam selain dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, tetapi juga oleh infeksi virus dan penyebab lain. Tentu saja pemberian antibiotik pada demam selain disebabkan oleh infeksi bakteri dapat menyebabkan resistensi antibiotik.

2. Menggunakan antibiotik secara rasional. Penggunaan secara rasional termasuk diantaranya tepat waktu, tepat cara dan tepat dosis. Obat yang dimakan 3 kali sehari bukan berarti pagi siang malam, tetapi dimakan dalam tiap 8 jam dalam waktu yang sama setiap hari. Paling sering salah adalah 1 kali sehari. Obat yang dimakan sekali sehari berarti dimakan setiap 24 jam.
Tepat cara berarti tepat penggunaan obat. Obat yang dimakan sebelum makan harus dimakan sesuai anjuran dokter. Sebaiknya obat dimakan dengan air putih. Tepat dosis berarti mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Obat tidak dapat dikonsumsi setangah dari dosis yang diberikan dokter dengan alasan apapun.

3. Mengonsumsi antibiotik sampai habis walaupun sudah merasa diri sembuh.

4. Bila sakit, silahkan ke dokter, jangan langsung membeli obat apalagi antibiotik.

So, bagaimana? Semoga tulisan saya membantu.

SALAM SEHAT..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar